Pentingnya antioksidan bagi kulit kita


dr. David Djuanda S.H MD M.Med
Learning Beauty


Stratum Corneum (SC, lapisan teratas pada kulit) telah diakui sebagai target oksidasi utama dari sinar ultraviolet(yang terkandung dlm cahaya matahari) dan faktor lainnya seperti polusi dan asap rokok. Menipisnya lapisan ozon atmosfer memungkinkan lebih banyak radiasi ultraviolet(UV) masuk ke dalam bumi. Radiasi UV ini dapat menembus jauh ke dalam kulit.

Baca Juga :  Bahaya Sinar Matahari

Radiasi UVA(Ultraviolet jenis A) selain merusak DNA fibroblas, juga secara tidak langsung menyebabkan kerusakan oksidatif pada kulit. Oksidasi lipid dan karbonilasi protein dari SC pada kulit menyebabkan  kondisi kulit menjadi buruk. Selain pengaruhnya pada SC, UV juga menginisiasi dan mengaktifkan kaskade reaksi biokimiawi yang kompleks di dalam epidermis, menyebabkan.

Menurut riset, terkena radiasi matahari baik secara akut(sementara) atau kronis(berulang kali dan dalam jangka waktu yang lama) telah dikaitkan dengan  penipisan antioksidan seluler dan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase. Kurangnya perlindungan antioksidan lebih lanjut dapat  menyebabkan kerusakan DNA  yang mengarah pada peradangan dan kerusakan pada kulit, bahkan dapat menyebabkan kanker kulit.

Kulit menyerap antioksidan untuk melindungi "dirinya" dari kerusakan radiasi ultraviolet,yang pada umumnya, sinar UV menghabiskan antioksidan dari stratum korneum luar(lapisan paling luar kulit).Perlindungan antioksidan dari kulit sendiri seperi alfa-tokoferol, Vitamin C, dan glutathione umumnya bergradiasi seperti konsentrasi terendah di lapisan paling luar dan konsentrasi antiokisdan yang tinggi pada lapisan dalam kulit untuk melindungi SC kulit dari efek jahat oksidasi UV.

Oleh karena itu, pentingnya mengaplikasikan antioksidan pada kulit untuk memulihkan penipisan pelindung antioksidan pada kulit serta mengembalikan dan menguatkan fungsi dan kesehatan kulit kita.

Baca Juga :  6 Manfaat super minyak vitamin E untuk kulit wajah dan tubuh