Pentingnya keseimbangan (homeostasis) fungsi pada kulit


dr. David Djuanda S.H MD M.Med
Learning Beauty


Seiring dengan waktu, kulit kita dipengaruhi oleh faktor internal(penuaan, fisiologis dll) dan faktor eksternal (faktor lingkungan, sinar matahari dll). Tahu kah kamu kulit kita di dalam menjaga keseimbangan fungsi nya, di atur oleh beberapa mekanisme yang salah satu nya adalah deskuamasi(rontoknya kulit yang lama). Namun, bila keseimbangan pada kulit terganggu, maka kulit akan lebih gampang penyakit, lebih kering atau pun lebih cepat menua. Berikut dibawah ini adalah beberapa mekanisme kulit

Deskuamasi

Deskuamasi adalah proses pembaharuan kulit terjadi pada keratinosit di lapisan kulit teratas(Stratum korneum, SC), biasanya selama sekitar 14 hari dan terlepas secara individual tanpa kita ketahui. Deskuamasi juga dapat terlihat ketika kita mandi air panas atau saat ketika kita melakukan perawatan peeling.

Baca Juga :  Serum Alami Buatan Sendiri yang Ampuh Atasi Kulit Kering

Seiring bertambahnya usia, pergantian sel kulit alami melambat. Proses pemulihan kulit secara alami biasanya membutuhkan dua minggu pada bayi sedangkan pada remaja membutuhkan tiga hingga empat minggu. Setelah melewati usia remaja, kulit Anda umumnya memperbarui sendiri sebulan sekali (sekitar setiap 30-40 hari) dan akan menjadi lebih lambat setelah Anda mencapai umur paruh baya, yang membutuhkan 45-90 hari untuk dapat melakukan pemulihan secara alami.

Selain deskuasi normal, deskuamasi juga dapat disebabkan oleh penyakit seperti ichthyosis yang menyebabkan penebalan pada kulit, kulit terlihat sangat kering dan pelepasan kulit dalam jumlah yang banyak. Bila Anda, mengalami rontoknya/pelepasan kulit yang berlebihan selebihnya Anda berkonsultasi pada dokter.

Kadar Kalsium pada kulit

Kadar kalsium di lapisan epidermis umumnya bergradasi yang umumnya berkonsentrasi tinggi pada lapisa granular(lapisan bawah) dan berkonsentrasi rendah di lapisan SC(lapisan paling luar kulit). Gradasi kandungan kalsium ini  bertujuan untuk merangsang sintesis protein spesifik dan mengaktifkan enzim yang menginduksi pembentukan dan pematangan korneosit.

Baca Juga :  2 Bahan Alami Ini Dapat Membuat Gigi Lebih Putih, Penasaran?

Konsentrasi kalsium tinggi umumnya juga dibutuhkan untuk diferensiasi korneosit termasuk involucrin, loricrin dan transglutaminase 1 enzim yang berfungsi untuk menghubungkan protein-protein ini membentuk kulit yang kokoh dan kuat.

Keseimbangan PH pada Kulit

Ketika kita membeli produk skin care atau pun kosmetik, perusahaan besar seringkali claim untuk mengembalikan PH pada kulit, sehingga kata2 PH tidak lagi asing di telinga kita.  Mengapa keseimbangan PH begitu penting?

PH pada lapisan SC(lapisan terluar kulit) umumnya pada range yang lebih asam yaitu 4.5-5.0.  Asam laktat yang merupkan komponen utama mosturizer pada tubuh kita, mempunyai peranan penting dalam dalam menjaga keseimbangan pH pada stratum korneum(SC). Keseimbangan pH asam pada stratum korneum penting untuk kokohnya / lekatnya sel pada SC serta pemeliharaan mikroflora pada kulit. Pertumbuhan mikroflora kulit normal didukung oleh pH asam sedangkan pH yang lebih netral cenderung mendapat invasi/serangan mikroba patogen pada kulit.

Baca Juga :  Kebiasaan Ini Bisa Menghambat Penuaan Dini

Selain itu,  PH asam biasanya untuk pemrosesan sel lemak prekursor menjadi jaringan lemak yang dewasa dan menginisiasi proses deskuamasi (pembaharuan kulit). Ketika pH pada kulit terganggu, maka deskuamasi juga akan menurun yang mengakibatkan kulit bersisik kering dan fungsi kulit lainnya juga terganggu.

Pengaruh Hormon

Telah kita pelajari bahwa, homeostasis fungsi perlindungan / integritas SC pada kulit di atur oleh hormon, sitokin, sintesis lemak dan kalsium. Reseptor Hormon pada kulit seperti hormon tiroid, asam retinoat, dan vitamin D juga mempunyai peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi kulit

Koordinasi fungsi antar lapisan kulit

Dengan ada nya berbagai lapisa pada kulit, maka kulit mempunyai berbagai macam perlindungan seperti perlindungan permeabilitas,  serangan fisik, bakteri/virus dan permeabilitas. Oleh karena itu, setiap lapisan dan fungsi nya harus saling menjaga keseimbangan satu dengan yang lain.