Apakah jika kulit tidak cocok, menandakan bahwa kualitas produk tidak baik?


dr. David Djuanda S.H MD M.Med
Learning Beauty


Tahukah kamu bahwa bahan yang digunakan oleh industri kosmetik atau skin care dapat mencapai ribuan banyaknya? Bahan-bahan ini termasuk zat-zat dan senyawa murni, campuran, ekstrak tumbuhan, minyak, wax, surfaktan, deterjen, pengawet dan polimer.

Umumnya, semua bahan yang digunakan pada kosmetik telah diuji untuk keamanan, namun mengapa beberapa konsumen masih mungkin mengalami reaksi terhadap prodduk tersebut?

Menurut riset, reaksi yang paling umum adalah reaksi kontak iritan atau iritasi sedangkan reaksi alergi lebih jarang terjadi. Reaksi iritan cenderung dapat dirasakan cepat setelah pemakaian dan menyebabkan ketidaknyamanan ringan dan kemerahan pada kulit. Reaksi alergi umumnya tidak secepat reaksi iritan, lebih persisten bahkan dapat menyebabkan kondisi yang sangat buruk.

Baca Juga :  6 Cara Memilih Minyak Wajah Sesuai Jenis Kulit

Dan perlu diketahui bahwa, bahan-bahan yang sebelumnya dianggap aman dapat menyebabkan iritasi dalam formulasi yang berbeda karena peningkatan penetrasi kulit ke dalam kulit. Karena lebih dari 50% populasi menganggap kulit mereka sensitif. Menurut riset, diyakini bahwa persepsi kulit sensitif terkait dengan fungsi perlinduangan pada kulit.

Oleh karena itu, orang dengan gangguan fungsi perlindungan pada kulit dapat mengalami iritasi yang lebih tinggi pada bahan tertentu karena peningkatan penetrasi ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Baca Juga :  3 Trik Agar Foundation Awet

dr. David
Learning Beauty